Perubahan WC Publik Yang Tengah Diterapkan Tempat Wisata

Bagi beberapa orang berjalan-jalan adalah hal yang perlu dilakukan demi menghilangkan penat. Dengan fasilitas yang sangat memadai tentunya membuat para pengunjung semakin nyaman. Meskipun saat ini ada banyak orang memilih bermain sbobet sebagai hiburan sekaligus penghasil uang asli, namun tempat wisata tetap menjadi piihan utama. Kabar terbaru dari Epidemiolog yang merupakan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia memiliki saran untuk melakukan beberapa perbaikan toilet. Mau tau seperti apa yang akan di tingkatkan pada tempat wc publik Indonesia? Simak artikel berikut.

Beberapa Peningkatan Pada Sarana WC Umum

Perbaikan pada seluruh wc umum ini akan diberlakukan guna meningkatkan kebersihan pada sarana wisata. Seperti yang kita tau kalau saat ini vaksin covid-19 baru saja ditemukan. Untuk dapat menjaga kesehatan para pihak berwenang membuat perubahan pada hal terkecil seperti wc umum yang memang dipakai oleh banyak orang. Tentu saja hal tersebut merupakan hal baik untuk semua masyarakat. Nah, kira-kira ada peningkatan seperti apa yang bakal kita temukan pada wc umum tempat pariwisata yang akan diperbaiki? Berikut ini perubahan yang akan pengelola siapkan untuk para pengunjung:

Memiliki Sirkulasi Udara Yang Baik

Sirkulasi udara memang sudah pasti sangat diperlukan pada sebuah ruangan, dan seperti yang kita ketahui bahwa wc umum biasanya cukup sedikit sirkulasi. hal tersebut tentunya tidak baik untuk kesehatan, maka dari itu para pengelola mempersiapkan wc berbentuk bilik yang diatas atau atapnya terbuka. Jika memang wc umum tertutup maka akan lebih baik jika memiliki exhaust (hexos) agar bisa menukar udara supaya tetap segar seperti di kabarkan oleh agen joker123.

Jarak Setiap Pembuangan Urin

Kalau kita lihat wc pria memiliki jarak yang cukup pendek antar pembuangan urin. Sebagai salah satu anggota Epidemiolog menyarankan agar diberikan jarak tambahan ataupun memiliki sekat.

Pembersihan Rutin Pada WC Publik

Kebersihan yang paling penting tentunya dari petugas kebersihan sendiri agar wc tidak menjadi kotor dan jorok. Saran yang dapat membantu hal tersebut adalah bagaimana intensitas para pengunjung menggunakan wc umum.

Menggunakan Sabun Cair

Sabun batang dianggap cukup berpotensi dalam penyebaran kuman bahkan virus karena bersentuhan langsung dari tangan ke tangan lain. Ada baiknya pengelola menyiapkan tempat atau wadah khusus untuk sabun cair.

Memiliki WC Jongkok serta WC Duduk

Kebiasaan setiap orang memang masing-masing, apalagi pada kasus toilet duduk dan toilet jongkok ini cukup dipermasalahkan. Karena bagi orang yang memiliki kebiasaan menggunakan toilet jongkok pada wc duduk akan sangat berbahaya, selain itu dapat merusak wc yang terdapat pada toilet umum tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *